Sabtu 30 Agustus 2025
Wanita Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • WARTA
  • WISATA
  • TEKNOLOGI
  • GAYA HIDUP
  • TIPS
  • PARENTING
  • WANITA HEBAT
  • RESEP
  • INDEX
No Result
View All Result
Wanita Indonesia
  • HOME
  • WARTA
  • WISATA
  • TEKNOLOGI
  • GAYA HIDUP
  • TIPS
  • PARENTING
  • WANITA HEBAT
  • RESEP
  • INDEX
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Morning News
Home PARENTING

Anak Sering Mecabut Kulit Kering? Kenali Skin Picking Disorder

redaksi by redaksi
September 14, 2021
0
Anak Sering Mecabut Kulit Kering? Kenali Skin Picking Disorder

READ ALSO

Didepan 300 Mahasiswa, Unilever Indonesia : Tolerance is Key

Di Mommy and Me 2022 Ada Stroller Magicfold dan Bonikka !

wanitaindonesia.co – Kondisi psikologis yang ditandai dengan mencabut atau menggaruk kulit kering. Mama mungkin tak jarang melihat anak yang menggaruk luka bekas jerawat, menggigit kulit bibir yang kering, atau menggaruk kulit di sekitar kuku hingga menyebabkan pendarahan, luka, dan bekas luka, bukan?

Memang tidak sedikit orang yang mencabut kulit kering sesekali, namun jika kondisi ini terus menerus bahkan terlihat seperti kebiasaan, penting bagi Mama untuk mewaspadainya.

Pencabutkan terus-menerus ini dapat berkembang menjadi kondisi psikologis yang disebut dermatillomania, atau yang dikenal dengan skin picking disorder dan excoriation disorder.

Apa tanda-tanda dan penyebab skin picking disorder pada remaja ? Simak informasirangkumannya di bawah ini yuk!

1. Apa itu skin picking disorder?

1. Apa itu skin picking disorder

considerable.com

Dilansir dari Mental Health America, dermatillomania, atau yang dikenal dengan skin picking disorder dan excoriation disorder adalah penyakit mental yang berhubungan dengan gangguan obsesif-kompulsif atau (OCD)

Hal ini ditandai dengan pencabutan berulang pada kulit sendiri yang mengakibatkan luka, pendarahan, dan bekas luka dan menyebabkan gangguan yang signifikan dalam kehidupan seorang remaja. Gangguan ini biasanya kronis, dengan intensitas gejala yang lebih besar.

Jika tidak diobati, perilaku menguliti bisa datang dan pergi selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun. Ketika remaja memiliki gangguan ini, ia menghabiskan waktu, terkadang beberapa kali dalam sehari untuk mencabut kulit kering.

Skin picking disorder adalah perilaku berulang yang biasanya dimulai selama masa remaja, umumnya bertepatan dengan, atau setelah masa awal, pubertas sekitar usia 13-15, tetapi dapat juga terjadi pada anak-anak di bawah 10 tahun. Ini juga bisa terjadi pada orang dewasa antara usia 30 dan 45

2. Gejala skin picking disorder

2. Gejala skin picking disorder

cadabamshospitals.com

Remaja dengan gangguan dermatillomania terlihat berulang kali mencabut, menarik, atau merobek kulit yang sehat, jerawat, lecet, atau koreng. Dilansir dari Medical News Today, gangguan ini lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki, dan sering berkembang selama masa remaja dan dewasa.

Gejala skin picking disorder meliputi:

  • Sering mencabut/menggaruk/merobek kulit meskipun melakukan upaya untuk mengatasi perilaku tersebut
  • Memiliki luka pada kulit berulang atau luka terbuka karena suka dicabut
  • Mengalami gangguan psikologis, fisik, atau sosial yang signifikan sebagai akibat dari mencabut kulit kering
  • Remaja mencabut kulit karena berbagai alasan, misalnya merasa terdorong untuk menghilangkan ketidaksempurnaan yang dirasakan (bekas luka/jerawat), sementara yang lain memilih sebagai respons terhadap stres, kebosanan, atau karena kebiasaan.
  • Dalam banyak hal, gangguan ini adalah perilaku perawatan berulang atau obsesif yang serupa dengan perilaku berulang yang berfokus pada tubuh atau Body Focused Repetitive Behavior (BFRB) lainnya, seperti mencabut rambut dan menggigit kuku.

Perilaku mencabut kulit dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam atau beberapa bulan, dengan waktu istirahat di antaranya.

Jika tak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan luka yang menyakitkan, pendarahan, bekas luka, dan tekanan psikologis yang signifikan.

3. Penyebab skin picking disorder

3. Penyebab skin picking disorder

Healthline.com

Dilansir dari Healthline, skin picking disorder termasuk dalam kelompok jenis Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Dorongan kompulsif seringkali terlalu kuat bagi remaja untuk berhenti sendiri. Semakin sering anak mencabut kulitnya, maka semakin sedikit kendali yang ia miliki atas perilaku tersebut.

Hingga saat ini masih belum jelas apa yang menyebabkan seseorang mengembangkan gangguan ini. Namun, gangguan sering dimulai setelah salah satu dari dua peristiwa atau rangsangan, berikut ini:

  • Infeksi, cedera, atau luka mulai sembuh dan menimbulkan keropeng. Rasa gatal menyebabkan anak menggaruk dan mencabut. Luka yang baru mulai sembuh dan menciptakan keropeng lain. Itu memulai siklus skin picking disorder.
  • Perilaku tersebut merupakan kebiasaan menghilangkan stres selama remaja mengalami masa stres. Tindakan dan kontrol berulang yang diberikan oleh pemetikan kulit dapat memberikan kelegaan dari peristiwa lain yang tidak dapat dikendalikan.

4. Proses diagnosa dalam memastikan skin picking disorder

4. Proses diagnosa dalam memastikan skin picking disorder

Freepik/DCStudio

Skin picking disorder tak dapat didiagnosis sendiri. Meskipun Mama mungkin menduga anak memiliki gejalanya, dokter dapat mengesampingkan kondisi mendasar lainnya sebelum membuat diagnosis.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan tentang perilaku dan perasaan yang anak rasakan saat melakukan kebiasaan tersebut. Dokter juga akan menentukan apakah koreng yang anak cabut adalah akibat dari kelainan atau kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis.

Jika mencurigai dermatillomania, dokter mungkin akan merujuk anak ke profesional kesehatan mental. Dokter atau internis kedokteran keluarga dapat membuat rujukan ini jika mereka berpikir bahwa kondisi anak ini adalah akibat dari stres, kecemasan, atau OCD.

5. Pengobatan dan perawatan untuk mengatasi skin picking disorder

5. Pengobatan perawatan mengatasi skin picking disorder

Freepik

Pilihan pengobatan yang tersedia untuk skin picking disorder terbagi dalam dua kategori utama: pengobatan dan terapi.

Terapi
Seorang profesional kesehatan mental atau konselor dapat membantu remaja mengidentifikasi pemicu yang menyebabkan skin picking disorder. Kemudian, bersama-sama, anak dapat mengembangkan cara untuk menghentikan perilaku tersebut ketika merasakan pemicu ini.

Seorang ahli kesehatan mental juga dapat membantu anak belajar untuk menolak hal-hal di sekitarnya yang membuat anak lebih cenderung mencabut kulit. Misalnya dengan mengenakan sarung tangan atau perban perekat untuk menutupi luka agar menghindari mencabut.

Obat-obatan
Antidepresan dapat membantu meringankan perilaku memilih sendiri. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) paling sering diresepkan untuk kondisi ini. Namun obat-obatan harus diberikan berdasarkan resep dan anjuran dari dokter.

6. Tips yang membantu remaja mengatasi skin picking disorder

6. Tips membantu remaja mengatasi skin picking disorder

Pixabay/Chetraruc

Jika anak mama memiliki kondisi skin picking disorder, ada beberapa tips yang membantunya mengatasi kebiasaan mencabut kulit kering. Berikut beberapa tipsnya:

  • Berikan anak mainan pereda stres untuk menjaga tangannya tetap sibuk, meremas bola yang lembut atau mengenakan sarung tangan
  • Bantu mengidentifikasi kapan dan di mana anak paling sering mencabut kulitnya, misalnya bibir, wajah, atau samping kuku, dan mencoba untuk menghindari pemicu ini
  • Alihkan perhatian anak ketika ia merasakan keinginan untuk mencabut kulit.
  • Berikan perawatan kulit yang mengatasi kulit kering, seperti pelembab wajah, body lotion, lip balm
  • Ingatkan anak untuk menjaga kebersihan kulitnya terutama kuku untuk menghindari infeksi

Selain itu, juga ada beberapa hal yang perlu dihindari anak:

  • Potong kuku secara rutin dan menjaga kebersihan. Jangan biarkan kuku anak tumbuh panjang
  • Hindari menyimpan atau meletakkan barang-barang seperti pinset dan pin di tempat yang mudah remaja jangkau

Itulah beberapa informasi seputar skin picking disorder yang perlu Mama ketahui. Tanpa pengobatan, skin picking disorder ini berisiko menyebabkan remaja sering memiliki luka terbuka, bekas luka, dan tekanan emosional yang signifikan.

Remaja dengan gangguan ini juga dapat mengalami gangguan sosial dengan menghindari interaksi dengan teman dan keluarga, karena kurang percaya diri tentang penampilannya.

Perawatan untuk skin picking disorder berfokus pada mengidentifikasi pemicu, mengatasi perilaku, dan mengelola gejala yang mendasarinya. Seorang profesional medis yang terlatih dapat membantu Mama dalam memutuskan pilihan pengobatan mana yang terbaik untuk remaja.

Tags: Business schools

Related Posts

Didepan 300 Mahasiswa, Unilever Indonesia : Tolerance is Key
GAYA HIDUP

Didepan 300 Mahasiswa, Unilever Indonesia : Tolerance is Key

Juli 2, 2022
Di Mommy and Me 2022 Ada Stroller Magicfold dan Bonikka !
GAYA HIDUP

Di Mommy and Me 2022 Ada Stroller Magicfold dan Bonikka !

Juli 2, 2022
Mommy N Me Dibuka hari ini
GAYA HIDUP

Mommy N Me Dibuka hari ini

Juli 2, 2022
Rasakan serunya liburan di Royal Safari Garden
GAYA HIDUP

Rasakan serunya liburan di Royal Safari Garden

Juni 22, 2022
Mengapa Sih Ada Anak Yang Suka Makan Tanah?
PARENTING

Mengapa Sih Ada Anak Yang Suka Makan Tanah?

Mei 23, 2022
Cara Agar Ibu Bisa Me Time Walaupun Punya Balita
PARENTING

Cara Agar Ibu Bisa Me Time Walaupun Punya Balita

Mei 23, 2022
Next Post
Cara Penanganan Penyakit Batu Empedu pada ibu Hamil

Cara Penanganan Penyakit Batu Empedu pada ibu Hamil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Apakah Ada Khasiat Mandi Bersama Anak

Apakah Ada Khasiat Mandi Bersama Anak

Desember 23, 2021
Resep Makanan Dimusim Hujan Agar Badan Hangat

Tips Makanan Mencegah Penuaan Diri Diusia Tua

April 27, 2022
Deretan Idol K-Pop Siap Comeback di Bulan September

Deretan Idol K-Pop Siap Comeback di Bulan September

September 7, 2021

Why the next 10 years of hot songs will smash the last 10

Desember 19, 2015
Pilihan Aplikasi Karaoke Terbaik yang Mampu Bikin Kamu Rileks

Pilihan Aplikasi Karaoke Terbaik yang Mampu Bikin Kamu Rileks

Oktober 20, 2021

EDITOR'S PICK

Resep Mi Nyemek, Enak Dan Bikin Ketagihan

Resep Mi Nyemek, Enak Dan Bikin Ketagihan

Maret 7, 2022
Tips Meminta Maaf Pada Pasanganmu

Tips Meminta Maaf Pada Pasanganmu

November 29, 2021
Dukung UKM Masuk Pasar Digital dan Manfaatkan Smesco sebagai Center of Excellence UMKM

Dukung UKM Masuk Pasar Digital dan Manfaatkan Smesco sebagai Center of Excellence UMKM

Agustus 26, 2021
5 Tips Tidur Nyenyak di saat Cuaca Panas, Nggak Perlu Pakai AC!

5 Tips Tidur Nyenyak di saat Cuaca Panas, Nggak Perlu Pakai AC!

September 26, 2021
Wanita Indonesia

@ 2022 WANITAINDONESIA.CO

Menu

  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • WISATA
  • TEKNOLOGI
  • GAYA HIDUP
  • TIPS
  • PARENTING
  • WANITA HEBAT
  • RESEP
  • INDEX

@ 2022 WANITAINDONESIA.CO