Sabtu 30 Agustus 2025
Wanita Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • WARTA
  • WISATA
  • TEKNOLOGI
  • GAYA HIDUP
  • TIPS
  • PARENTING
  • WANITA HEBAT
  • RESEP
  • INDEX
No Result
View All Result
Wanita Indonesia
  • HOME
  • WARTA
  • WISATA
  • TEKNOLOGI
  • GAYA HIDUP
  • TIPS
  • PARENTING
  • WANITA HEBAT
  • RESEP
  • INDEX
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Morning News
Home GAYA HIDUP

Situ Paling ‘Edgy’? Ketika Kamu Merasa Punya Selera Superior

redaksi by redaksi
Oktober 6, 2021
0
Situ Paling ‘Edgy’? Ketika Kamu Merasa Punya Selera Superior

READ ALSO

Didepan 300 Mahasiswa, Unilever Indonesia : Tolerance is Key

Di Mommy and Me 2022 Ada Stroller Magicfold dan Bonikka !

wanitaindonesia.co – ‘Edgy’ dimaknai sebagai anggapan ketika seseorang merasa seleranya lebih baik dibandingkan orang lain.

Serial Netflix asal Korea Selatan, Squid Game panen besar. Tak hanya menuai respons positif dari audiens global, saham Netflix ikut terkerek naik pada minggu terakhir September di angka US$610,34. Serial yang mendapatkan peringkat persetujuan 100% di agregator Rotten Tomatoes itu juga jadi buah bibir di media sosial, dari Twitter, Instagram, hingga TikTok. Bahkan, sineas The Haunting of Hill House dan Midnight Mass, Mike Flanagan mengapresiasi Squid Game dengan menyebutnya, “I really, really, really liked it.”

Meski animo publik relatif positif, Squid Game tak lepas dari sinisme warganet yang mengaku paling edgy. Ya saya tahu, masalah selera memang urusan masing-masing, tapi setidaknya, tolong beri alasan legit kenapa serial ini tak patut ditonton, sesuai point of view (POV) mereka.

Masalahnya, alih-alih memaparkan alasan yang logis, orang-orang ini justru lebih banyak menggunakan kata-kata menghina atau merendahkan seperti, “This show is overrated, “garbage”, atau “Trash Squid Game can rot in garbage.” Ya komentar-komentar tipikal dari orang-orang yang mau terlihat keren karena memiliki selera berbeda dari kebanyakan orang lain.

Edgy dalam Budaya Populer

Respons sinis terhadap Squid Game sebenarnya bukan hal yang baru dalam budaya populer. Setiap ada sesuatu yang populer dan digandrungi oleh banyak orang, pasti ada saja sekelompok orang yang merasa dirinya mempunyai selera lebih tinggi atau unik dibandingkan dengan mayoritas orang lain. Contoh termudah misalnya, bagaimana para pecinta musik indie merasa diri mereka memiliki selera musik yang lebih berkelas daripada mereka yang doyan musik pop. Dilansir dari artikel Voi.id, perempuan bernama Diah misalnya mengungkapkan bagaimana dirinya diejek oleh senior kampusnya karena menyukai Sheila on 7.

“Waktu kuliah lima tahun yang lalu kira-kira, gue lagi keranjingan banget sama Sheila on 7. Semua lagunya yang dulu gue dengerin, terus ada teman gue yang kritik, ‘Kenapa, sih elo mesti banget dengar Sheila on 7, lagu mereka biasa banget enggak ada istimewanya,” tutur dia.

Tidak hanya senior Diah saja, banyak sekali spesies orang-orang julid seperti ini bertebaran di media sosial, termasuk akun Twitter @txtbocahindie. Akun ini didedikasikan untuk cuitan yang berisi screenshot dari snob Indie, seseorang yang merasa dirinya begitu memahami permusikan indie dengan cara merendahkan selera musik orang lain. Bahkan tidak jarang mereka menggunakan jurus julid intelek, memakai bahasa yang dakik-dakik agar mereka terlihat lebih pintar dibandingkan para penikmat musik lain, utamanya pop.

Jika kita menilik dari sejarah, julid intelek ini sudah lama terjadi dan ya tidak bisa disangkal juga kalau memang banyak sekali dilakukan oleh laki-laki. Dalam jurnal akademik Beatlemania: Girls  Just Want to Have Fun (1992),  Barbara Ehrenreich, Elizabeth Hess dan Gloria Jacobs mengungkapkan, pada 60-an kepopuleran The Beatles saat itu dilihat sebagai sesuatu yang menggelikan, dan Beatlemania (penggemar The Beatles) yang dahulu didominasi oleh perempuan, dianggap sebagai “epidemi”. Pun, The Beatles sendiri disebut sebagai pembawa wabahnya. Kritikus-kritikus musik yang didominasi oleh laki-laki pada awal kemunculan The Beatles pun melihat group itu sebagai lelucon dan mereka yang menyukai grup ini adalah sekumpulan monyet dungu.

Dunia perfilman juga tidak luput dari sasaran budaya “edgy” ini. Dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) misalnya, kendati dicintai oleh jutaan orang di seluruh dunia, itu tidak luput dari komentar-komentar julid pula. Coba cari saja kata kunci, seperti Marvel Sucks, Marvel Trash, Marvel Garbage, maka kamu akan menemukan banyak video sinis mengenai MCU. Bahkan yang membuat saya tidak kalah kaget adalah ketika media sekaliber Vox ikut serta melakukan julid intelek ini dengan membuat video bertajuk “Why the Marvel Cinematic Universe feels empty?”

Kenapa Orang-Orang Merasa Dirinya Paling Keren?

Pertanyaannya, kenapa, sih ada orang yang merasa dirinya paling keren dibandingkan orang lain jika mereka membenci sesuatu yang populer? Dalam wawancaranya bersama Vice UK, Barry Kuhle, Associate Professor jurusan Psikologi di Universitas Scranton beranggapan, seseorang ingin terlihat lebih keren ketika mereka mengkritik hal populer.

“Mereka berusaha menunjukkan kepada orang lain kalau mereka lebih superior dan hebat,” tuturnya.

Barry melihat sikap ini sebagai cara mereka menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya mereka tidak tahu-tahu amat dengan suatu topik yang mereka kritisi itu. Orang menganggap ketidaktahuan sebagai kelemahan, dan mereka mencoba mengatasi kelemahan itu dengan mengkonfrontasi hal yang disukai banyak orang. Pada akhirnya, kelemahan itu berubah jadi kekuatan dan menjadi alat memvalidasi, dirinya lebih keren dibandingkan yang lain.

Penjelasan lain mengenai budaya “edgy” ini juga dapat kita lihat melalui istilah contrarian herd. Dalam halaman humanparts.medium.com dinyatakan, kita secara tidak sadar telah memiliki bias berpikir bahwa kita harus menjadi individu yang unik atau autentik. Sehingga, kita bisa memiliki nilai lebih sebagai manusia.

Kita mungkin merasa melepaskan diri dari ide-ide arus utama dengan sikap “unik”. Namun, yang kita lakukan hanyalah mengalihkan ide-ide kita ke kelompok lain yang sepemikiran dengan kita, semacam membangun echo chamber. Kelompok itu mungkin terasa menarik dan istimewa, tetapi tetap saja mereka tetaplah “kawanan kontrarian”.

Mau mendeklarasikan diri anti-mainstream atau lebih keren dari orang lain, faktanya kita hanya berpikir sebagai anggota kelompok yang berbeda dari kelompok mayoritas lain. Pandangan kontrarian ini sudah memiliki kelompoknya tersendiri yang akan dengan mudah setuju dengan semua yang kamu pikirkan. Layaknya kelompok mainstream yang kamu olok-olok dan rendahkan di depan umum. Memiliki pandangan yang berlawanan tentang hal mainstream tidak membuat kamu menjadi pemikir orisinal atau otomatis membuat kamu spesial. Hal ini karena yang kamu lakukan hanyalah menukar satu kotak dengan kotak lain dan mengelilingi diri kamu dengan ide-ide umum dari kotak baru ini. Jadi ya sebenarnya kamu tidak spesial-spesial amat kok.

Satu hal lagi yang menarik dari budaya “edgy” diungkap dalam penelitian Vickie Pasterski, Karolina Zwierzynska, dan Zachary Estes dari Departemen Psikologi di University of Warwick berjudul Sex Differences in Semantic Categorization (2011). Dengan partisipan penelitian berisi 55 laki-laki dan 58 perempuan, mereka mendapatkan hipotesis, laki-laki cenderung lebih gampang menghakimi daripada perempuan. Dalam hal ini laki-laki lebih mudah membuat penilaian hitam-putih, sedangkan perempuan melihat sesuatu secara abu-abu dalam pilihan. Vice UK yang pernah membahas hal ini pun mengungkapkan mungkin itulah alasannya kenapa banyak laki-laki cepat menilai sesuatu jelek hanya karena mereka tidak suka dengan sesuatu yang populer.

Tags: edgysuperior

Related Posts

Didepan 300 Mahasiswa, Unilever Indonesia : Tolerance is Key
GAYA HIDUP

Didepan 300 Mahasiswa, Unilever Indonesia : Tolerance is Key

Juli 2, 2022
Di Mommy and Me 2022 Ada Stroller Magicfold dan Bonikka !
GAYA HIDUP

Di Mommy and Me 2022 Ada Stroller Magicfold dan Bonikka !

Juli 2, 2022
Mommy N Me Dibuka hari ini
GAYA HIDUP

Mommy N Me Dibuka hari ini

Juli 2, 2022
Cara Gampang Mengungkapkan Perasaan Kepada Wanita Yang Kamu Sukai
GAYA HIDUP

Cara Gampang Mengungkapkan Perasaan Kepada Wanita Yang Kamu Sukai

Juli 2, 2022
Tanda Wanita Yang Memendam Perasaan Cinta
GAYA HIDUP

Tanda Wanita Yang Memendam Perasaan Cinta

Juli 2, 2022
Hal Yang Membuat Hati Wanita Menjadi Sakit Hati
GAYA HIDUP

Hal Yang Membuat Hati Wanita Menjadi Sakit Hati

Juli 2, 2022
Next Post
GENSA Bersama Accor Grup Gelar Expo, Bangkitkan UMKM Nusantara

GENSA Bersama Accor Grup Gelar Expo, Bangkitkan UMKM Nusantara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Apakah Ada Khasiat Mandi Bersama Anak

Apakah Ada Khasiat Mandi Bersama Anak

Desember 23, 2021
Resep Makanan Dimusim Hujan Agar Badan Hangat

Tips Makanan Mencegah Penuaan Diri Diusia Tua

April 27, 2022
Deretan Idol K-Pop Siap Comeback di Bulan September

Deretan Idol K-Pop Siap Comeback di Bulan September

September 7, 2021

Why the next 10 years of hot songs will smash the last 10

Desember 19, 2015
Pilihan Aplikasi Karaoke Terbaik yang Mampu Bikin Kamu Rileks

Pilihan Aplikasi Karaoke Terbaik yang Mampu Bikin Kamu Rileks

Oktober 20, 2021

EDITOR'S PICK

Yuk Berwisata Ke Tepi laut Lovina

Yuk Berwisata Ke Tepi laut Lovina

Mei 24, 2022
Resep Pumpkin Pie, Dessert Untuk Halloween

Resep Pumpkin Pie, Dessert Untuk Halloween

Oktober 25, 2021
Resep Daging Teriyaki, Bikin Ketagihan

Resep Daging Teriyaki, Bikin Ketagihan

Desember 28, 2021
Keluarga Sehat, Indonesia Kuata

Keluarga Sehat, Indonesia Kuata

September 10, 2021
Wanita Indonesia

@ 2022 WANITAINDONESIA.CO

Menu

  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • WISATA
  • TEKNOLOGI
  • GAYA HIDUP
  • TIPS
  • PARENTING
  • WANITA HEBAT
  • RESEP
  • INDEX

@ 2022 WANITAINDONESIA.CO